Tentang
Sejarah
Di masa Penjajahan Pemerintah Belanda pada sekitar abad 19, wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan sekarang ini berdiri dari dua Kerajaan Kecil yaitu Kejuruan Percut dan Kejuruan Sei tuan yang merupakan Protektorat Kesultanan Deli sampai awal Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wilayah Kecamatan Percut Sei tuan adalah merupakan Pusat Pemerintahan dan Pusat Tanaman Tembakau Deli yang terbesar dengan julukan "Dollar Land"
Dimasa Pemerintahan Republik Indonesia Kejuruan Percut dan Kejuruan Sei Tuan dirubah menjadi Asisten Wedana dan digabungkan menjadi satu wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan yang saat ini dikepalai oleh seorang Camat yang bernama Drs. Khairul Azman,M.AP hingga sekarang memimpin Kecamatan dan menjadi penerus sejarah di Kecamatan khususnya di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Letak Geografis
Secara geografis Kecamatan Percut Sei Tuan berada di Kabupaten Deli Serdang dan batas administrasif wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan berbatasan dengan beberapa kecamatan yang ada diKota Medan dan berbatasan juga dengan Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Batang Kuis. Adapun mengenai batas administrasi Kecamatan Percut Sei Tuan adalah sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Medan.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Pantai Labu.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Medan dan Kecamatan Labuhan Deli.
Adat Kebudayaan
Kecamatan Percut Sei Tuan terletak di dataran tinggi, yang dominan menggunakan adat-istiadat Melayu. Kecamatan Percut Sei tuan terdiri dari berbagai suku bangsa antara lain : Melayu, Karo, Simalungun, Toba, Mandailing, Jawa, dan lain-lain yang pada umumnya memeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.